Menjaga Kebersihan Lingkungan
Pola hidup bersih dengan ketersediaan fasilitas sanitasi dan penatalaksanaan lingkungan baik merupakan faktor penting dalam mencegah stunting pada anak. Sanitasi yang buruk dapat menimbulkan penyakit infeksi pada balita seperti diare dan kecacingan yang dapat mengganggu proses pencernaan dalam proses penyerapan nutrisi, jika kondisi ini terjadi dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan masalah stunting.
Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih (PHBS). Tujuan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah membangun masyarakat yang sadar kesehatan dan dibekali pengetahuan untuk menjalani pola hidup sehat, menjaga kebersihan dan menjaga taraf kesehatan.
Pastikan air minum yang digunakan adalah air yang bersih dan aman agar dapat membantu penyerapan gizi, mengurangi risiko penyakit infeksi seperti diare yang menyebabkan malnutrisi, dan memastikan keamanan pangan. Akses terhadap air bersih juga mendukung higienitas (kebersihan) untuk mencuci tangan dan makanan, yang merupakan bagian dari upaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan program sanitasi nasional untuk menurunkan angka stunting.
Bahaya asap rokok bagi ibu hamil dan janin sangat serius, mulai daripeningkatan risiko keguguran, persalinan prematur, hingga berat badan lahir rendah (BBLR). Selain itu, asap rokok juga menyebabkan janin mengalami gangguan pernapasan, cacat lahir, gangguan tumbuh kembang, dan masalah perilaku seperti ADHD dan autisme. Paparan asap rokok (aktif maupun pasif) mengganggu suplai oksigen dan nutrisi ke janin dan dapat menyebabkan komplikasi serius pada plasenta seperti solusio plasenta.
Sumber data dan informasi: Kemenkes RI; TP2S; Dinas Kesehatan Halmahera Utara; DP3AKB Halmahera Utara.



